Kau, Kopi, dan Pagi

Pagi, masih tetap sama seperti hari-hari kemaren atau sebelumnya. Hawa dingin mengisi ruang dan mulai menjalar di kulit. Dingin membuatku ingin menikmati secangkir kopi panas. Perlahan sinar Sang Fajar mulai menghangatkan ruang, namun kehangatan itu tak sehangat senyummu. Baca lebih lanjut

Dia yang bersemayam di hati

Muak akan semua partikel-partikel yang ada di sekelilingku. Kamu, mereka, dia, dan bahkan diriku sendiri. Muak yang hinggap dalam masa dan merupakan bagian dari rasa. Dia bersemayam dalam hati dan dia akan menjalar kemana-mana. Dia bagai tanaman ubi jalar yang tumbuh subur di depan rumah. Baca lebih lanjut